You are currently viewing Apakah Hollow Earth Nyata? Ini Jawaban Ilmiahnya

Apakah Hollow Earth Nyata? Ini Jawaban Ilmiahnya

Pernahkah Anda berpikir bahwa Bumi kita mungkin menyembunyikan dunia lain di dalamnya? Sebuah tempat misterius yang belum terjamah, penuh dengan rahasia dan kemungkinan. Inilah teori Hollow Earth, sebuah konsep yang telah memicu imajinasi selama berabad-abad. Namun, pertanyaannya adalah: apakah ada kebenaran di balik ide ini?

Apa Itu Teori Follow Earth ?

Sejarah Teori Hollow Earth

Pertama-tama, mari kita lihat asal-usul teori ini. Teori Hollow Earth pertama kali mencuat pada abad ke-17. Salah satu pendukung awalnya adalah Edmund Halley, astronom terkenal yang juga dikenal karena Komet Halley. Ia percaya bahwa Bumi terdiri dari lapisan-lapisan konsentris, dan mungkin saja ada kehidupan di dalamnya.

Selanjutnya, di awal abad ke-19, seorang kapten bernama John Cleves Symmes Jr. membawa ide ini ke tingkat yang lebih serius. Ia bahkan mengusulkan ekspedisi untuk mencari pintu masuk menuju dunia bawah tanah. Meskipun terdengar aneh, gagasannya sempat menarik perhatian masyarakat pada zamannya.

Teori ini kemudian menginspirasi karya-karya fiksi terkenal. Salah satu contohnya adalah novel Journey to the Center of the Earth karya Jules Verne, yang menggambarkan dunia penuh makhluk prasejarah dan keajaiban geologis di bawah permukaan Bumi.

Lebih jauh lagi, konsep dunia bawah tanah ternyata tidak hanya berasal dari Barat. Dalam berbagai mitologi kuno seperti di India dan Mesir, kita juga menemukan kisah tentang dunia tersembunyi di bawah Bumi. Ini menunjukkan bahwa ide semacam itu telah lama menghuni imajinasi manusia lintas budaya.

Apa Kata Sains?

Penjelasan Ilmiah

Berikutnya, mari kita bahas apa yang dikatakan sains tentang teori ini. Untuk menjawabnya, kita perlu memahami struktur Bumi seperti yang diketahui para ilmuwan saat ini.

Secara umum, Bumi memiliki empat lapisan utama: kerak, mantel, inti luar yang cair, dan inti dalam yang padat. Pengetahuan ini berasal dari studi gelombang seismik akibat gempa bumi. Gelombang ini memberi gambaran tentang kondisi di dalam Bumi. Hasilnya? Tidak ditemukan ruang kosong besar seperti yang dibayangkan dalam teori Hollow Earth.

Selain itu, ada juga faktor gravitasi yang menjadi bukti tambahan. Jika Bumi memang berlubang, distribusi massanya akan berbeda. Hal ini tentu akan memengaruhi gravitasi yang dirasakan di permukaan. Namun, pengukuran menunjukkan bahwa gravitasi Bumi tetap konsisten.

Kemudian, ada upaya manusia dalam eksplorasi Bumi. Salah satunya adalah pengeboran terdalam di dunia yang dilakukan di Kola Superdeep Borehole, Rusia. Pengeboran ini mencapai kedalaman sekitar 12 kilometer—jauh dari inti Bumi—dan tidak ditemukan tanda-tanda dunia tersembunyi.

Namun demikian, apakah ini berarti kita sepenuhnya memahami isi dalam Bumi? Faktanya, sebagian besar interior Bumi tetap menjadi misteri. Masih banyak yang belum terungkap.

Teori Konspirasi dan Budaya Populer

Segment 3: Konspirasi Modern dan Budaya Populer

Meskipun sudah dibantah oleh sains, teori Hollow Earth tetap hidup di tengah masyarakat, khususnya dalam teori konspirasi. Beberapa orang meyakini adanya pintu masuk ke dunia bawah tanah di kutub utara dan selatan. Bahkan, mereka percaya bahwa peradaban seperti Agartha berada di sana.

Laporan-laporan dari pilot dan penjelajah yang mengaku melihat keanehan di kutub juga memperkuat kepercayaan ini. Sayangnya, klaim-klaim tersebut tidak disertai bukti ilmiah yang meyakinkan. Meski begitu, cerita-cerita seperti ini tetap menyebar.

Di dunia hiburan, teori ini justru berkembang pesat. Film seperti Godzilla vs. Kong, berbagai video game, dan novel fiksi sering mengangkat tema dunia tersembunyi di dalam Bumi. Hal ini menunjukkan bahwa teori Hollow Earth telah menjadi bagian dari budaya populer.

Kesimpulan

Jadi, apakah teori Hollow Earth adalah kenyataan atau sekadar fiksi ilmiah? Dari sudut pandang ilmiah, jawabannya hampir pasti adalah mitos. Namun, sebagai konsep, Hollow Earth berhasil menggugah rasa ingin tahu manusia. Ia terus hidup dalam imajinasi dan budaya, mendorong kita untuk tetap bertanya dan bermimpi tentang hal-hal yang belum terlihat.

Baca juga : Berapa Lama Lagi Kita Bisa Tinggal di Bumi? – Eduidea

Youtube : (6) Eduidea ID – YouTube

Tinggalkan Balasan