You are currently viewing Pengelolaan Office Printer Dengan MPS (Managed Print Services)

Pengelolaan Office Printer Dengan MPS (Managed Print Services)

Hallo sahabat Techie Eduidea, pada postingan kali ini saya menceritakan terkait project yang dulu saya pernah kerjakan. Cerita nya project ini adalah project untuk aktivitas cost reduction yang sedang hangat – hangat nya jadi issue. Kenapa cost reduction? Ya mungkin karena perusahaan lagi banyak pengeluaran di tengah fluktuasi ekonomi yang gak bisa di tebak.

Ok let’s to the point ini kan judul nya ada printer – printer nya gitu, terus hubungan nya sama cost reduction activity apa?

Jadi gini, selidik punya selidik setelah dilakukan genba (blusukan dlm bahasa Jepang) ternyata harga untuk ngeprint warna itu sangat mahal yakni sekitar Rp.2500,-/lembar dikali 1000.000 sheets/bulan yaa sekitar 2.5M lah sebulan dan itu cuma buat ngeprint doang lho.. Wooow Amazing!! bisa buat ngebangun dan ngebenerin sekolah – sekolah di pelosok ini mah.

Nah atas dasar ini lah project MPS ini di jalan kan. Terus apa sih si MPS itu? Ok let me explain about this technology. Jadi saudara – saudara, MPS atau Managed Print Services ini adalah suatu sistem pengelolaan printer terpusat yang dapat di integrasikan dengan sistem pengelolaan enterprise yang ada sehingga dapat dilakukan kontrol, monitoring dan audit terhadap office printer.

Lah ko bisa MPS melakukan kontrol, monitoring dan audit terhadap office printer? Bisa karena semua printer akan terhubung ke sebuah server dimana server tersebut di integrasikan dengan sistem pengelolaan domain user perusahaan (Active Directory Integration) Sehingga jika printer – printer sudah terpusat dan terintegrasi satu sama lain, maka administrator IT akan lebih mudah mengelola dan menata sistem printer.

Ok ok, sekarang balik ke pertanyaan yang tadi. Ko bisa si MPS ini melakukan penghematan biaya? Tentu saja bisa, karena dalam MPS ini terdapat salah satu fitur yang namanya authenticated printing yakni setiap orang yang mau ngeprint dia harus otentikasi dulu bisa melalui login ataupun tapping ID card RFID. Dengan begitu bisa dilakukan pembatasan seperti hal nya siapa saja yang boleh print, siapa saja yang boleh print warna dll. Sehingga dapat dilakukan penghematan dari sisi penggunaan kertas dan tinta. Contoh lainnya adalah, biasanya sistem MPS ini akan menggunakan jenis printer MFP (Multi Function Printer) yang di dalam nya sudah terdapat fitur print, scan, copy, fax dll. Sehingga perusahaan tidak perlu investasi banyak perangkat untuk keperluan printing yang berbeda

Tinggalkan Balasan