You are currently viewing Perencanaan Jaringan Telekomunikasi

Perencanaan Jaringan Telekomunikasi

Pengertian Jaringan dalam sistem telekomunikasi adalah kumpulan dari perangkat dan media yang saling terhubung untuk saling menyalurkan informasi.

Sehingga Pengertian Jaringan Telekomunikasi adalah kumpulan dari perangkat telekomunikasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran informasi dalam jarak yang jauh. Contoh jaringan telekomunikasi adalah jaringan telekomunikasi 3G, Jaringan telekomunikasi 4G, Jaringan telekomunikasi seluler, jaringan komputer, jaringan telekomunikasi PSTN. 

Jaringan telekomunikasi memiliki dua model yaitu Model Node dan model Link.

1. Model Node
Model Node ini terdapat pada perangkat Switching. Sebuah node dapat berupa connection point, redistribution point, atau end point pada data transmisi. Node ini diprogramkan untuk mentransmisikan data ke node lain. Dalam jaringan LAN dan WAN yang memiliki data link layer, setiap node harus memiliki sebuah MAC address. Pada internet node di definisikan dalam bentuk IP address. Pada jaringan peer to peer atau jaringan overlay, node yang berfungsi untuk merutekan devices jaringan lainnya disebut sebagai supernode.

2. Model Link
Model Link terdapat pada media transmisi. Pada media transmisi terdapat jaringan untuk core, backbone, dan trunk. Jaringan core dan backbone biasanya merujuk pada fasilitas komunikasi dengan kapasitas besar yang menghubungkan node-node utama. Pada Jaringan Core atau backbone terdapat topologi untuk mengetahui lalu lintas pada jaringan tersebut.Perencanaan Jaringan Telekomunikasi
Dalam merancang sebuah jaringan Telekomunikasi kita memerlukan perencanaan jaringan yang matang untuk menghindari kegagalan dalam membangun jaringan tersebut atau pun untuk menghindari kerugian secara materil.  Kita harus berpegang pada tujuan awal dalam membangun sebuah jaringan yang tidak merugikan penyedia (provider
) maupun pengguna (user).

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membangun sebuah jaringan adalah sebagai berikut:

1. Performa
Performa dari jaringan tentu harus baik agar para pengguna dapat dengan nyaman menggunakan fasilitas yang ada. Selain itu, harus diperhatikan pula cara meng-handle bila terjadi gangguan pada Jaringan Telekomunikasi tersebut sehingga gangguan yang terjadi tidak berlangsung dalam waktu yang lama.

2.Biaya
Membangun sebuah jaringan telekomunikasi tentu membutuhkan perangkat-perangkat telekomunikasi, artinya kita butuh biaya untuk membangunnya. Penggunaan biaya ini harus dilakukan dengan effisien tentu dengan biaya yang semakin tinggi kualitas dari jaringan pun dapat semakin baik. Akan tetapi kita harus menggunakan biaya yang ada dengan effisien. Bila jumlah user yang ditargetkan hanya sedikit tentu tidak pelu biaya yang besar untuk membangun sebuah jaringan.

3. Survey
Survey sangat perlu dilakukan selain untuk mengetahui lokasi tempat akan dibangunnya jaringan tersebut, kita juga perlu mengetahui keadaan dari penghuni lingkungan tersebut. Contoh, bila pada are pedesaan kita membangun Jaringan Telekomunikasi 4G sedangkan para penghuni desa tersebut tidak memiliki Handphone dengan kemampuan 4G tentu jaringan yang dibangun tersebut akan menjadi sia-sia.

4. Perkembangan Teknologi
Teknologi semakin hari semakin berkembang, bahkan perkembangannya busa dibilang sangat cepat. Kita harus memperhatikan hal ini agar bila terjadi perubahan teknologi di masa depan kta dapat siap untuk menyerapnya dan dapat segera menerapkannya pada jaringan kita.

5. Simulasi dan Kalkulasi
Sebelum membangun jaringan secara ril ada baiknya rancangan telekomunikasi yang telah kita rancang tersebut untuk disimulasikan. Melakukan simulai jaringan sangat berguna untuk menghindari error dilapangan. Kita dapat mengetahui kemampuan sistem jaringan yang telah kita buat selama proses simulasi tersebut. Kita juga perlu melakukan kalkulasi secara Math programming ataupun secara Heuristic.

Setelah kita selesai merancang jaringan telekomunikasi kita, maka kita dapat untuk mengimplementasikannya secara nyata. Dalam perancangan jaringan Telekomunikasi ini dibutuhkan perencanaan dan perhitungan yang matang agar didapatkan hasil yang maksimal dan menghindari kerugian dari rancagan yang tidak sempurna.

Tinggalkan Balasan