You are currently viewing Mengenal Bidang Pekerjaan IT Infrastruktur
Source: Stonegroup UK

Mengenal Bidang Pekerjaan IT Infrastruktur

IT Infrastruktur adalah salah satu bidang IT yang berfokus pada pengelolaan perangkat seperti server, jaringan, storage, data center dan juga teknologi cloud. IT infrastruktur ini berada pada layer paling bawah pada sistem IT dimana nantinya akan ada aplikasi yang berjalan diatasnya. Jika kita analogikan pada dunia transportasi, infrastruktur adalah bagian seperti jalan, jembatan, tol, dll, dimana diatasnya akan berjalan banyak moda transportasi seperti mobil, motor, truk dll.

Pada masa saat ini, pengelolaan IT infrastruktur dibagi menjadi tiga kategori, yakni IT infrastruktur yang berbasis teknolgi cloud seperti halnya AWS, GCP, Ali Cloud, dll, kedua adalah pengelolan yang berbasis on-premise atau sering juga disebut traditional data center. Dan yang ketiga adalah pengelolaan IT infrastruktur yang berbasis hybrid yakni mengkombinasikan antara teknologi cloud dan juga on-premise data center.

Dalam implementasinya, pemilihan pengelolaan IT infrastruktur ini akan sangat bergantung pada bidang dan proses bisnis dimana sistem IT ini berjalan dimana biasanya manajemen perusahaan akan mempertimbangkan model pembiayaan, kecocokan teknologi dengan bisnis dan juga ketersediaan sumber daya manusia untuk menjalankan sistem IT infrastruktur tersebut.

Berbicara terkait sumber daya manusia, pekerjaan di bidang IT infrastruktur ini merupakan salah satu pekerjaan yang paling banyak dicari dikarenakan saat ini hampir semua perusahaan yang menerapkan teknologi pada proses bisnisnya akan membutuhkan tim IT infrastruktur yang paling tidak untuk mengelola server dan jaringan supaya aplikasi pendukung proses bisnis bisa berjalan dengan baik.

Bidang pekerjaan IT infrastruktur ini pun mempunya banyak sebutan, bergantung pada jenis industri dimana layanan IT ini berjalan. Berbagai sebutan tersebut diantaranya adalah:

IT Infrastructure Engineer

Istilah IT Infrastructure engineer ini biasanya bersemat pada tim IT infrastruktur yang mengelola sistem infra dari ujung ke ujung dari mulai server, jaringan, sistem penyimpanan, sistem pencadangan, data center dan bahkan IT support. Rata – rata industri yang membutuhkan jenis engineer ini adalah industri konvensional yang masih menerapkan sistem pengelolaan on-premise infrastructure seperti hal nya industri manufaktur.

Cloud Engineer

Istilah Cloud engineer ini biasanya bersemat pada tim IT infrastruktur yang industrinya sudah menerapkan teknologi cloud dalam pengelolaan sistem IT infratsruktur nya. Cloud engineer ini membutuhkan skill set yang berbeda dibanding dengan IT infrastruktur engineer konvensional dikarenakan teknologi infratstruktur di on-premise memiliki perbedaan dengan teknologi infrastruktur di cloud

DevOps Engineer

DevOps adalah kepanjangan dari Development and Operation, dimana development ini merujuk pada tim developer yang bertugas mengembangkan dan menluncurkan aplikasi, sedangkan operation merujuk pada tim operational baik itu dari sisi aplikasi atau infrastruktur yang bertugas untuk menangani operasional harian dari sistem dan memastikan sistem berjalan dengan baik. Nah kemudian, apa tugas dari tim DevOps? tim DevOps ini bertugas untuk menyediakan suatu environment supaya developer aplikasi dapat meluncurkan aplikasi dengan cepat dengan cara menyediakan infrastruktur secara cepat dan ter-otomasi. DevOps engineer ini biasanya sudah mempunyai basic knowledge baik disisi teknologi on-premise dan juga cloud. Selain itu, DevOps engineer juga memerlukan skill programming untuk dapat menyediakan sistem infrastruktur yang ter-otomasi. Industri yang saat ini banyak memerlukan tim DevOps biasanya adalah industri teknologi seperti halnya Grab, Gojek, Tokopedia dll.

SRE (Site Reliability Engineer)

SRE yang mana singkatan dari Site Reliability Engineer sebenarnya mempunyai banyak kemiripan dengan DevOps Engineer, hanya saja istilah SRE lebih banyak diterapkan pada industri yang menggunakan teknologi GCP (Google Cloud Platform) untuk menjalankan sistem IT nya, dikarenakan istilah SRE ini sendiri pun dicetuskan pertama kali oleh Google untuk mereka mengelola sistem infrastruktur nya. Selain itu mengutip dari Glints, DevOps hadir untuk membantu meningkatkan kecepatan dan agility dari suatu pengembangan produk agar bisa tercapai melalui proses yang ter-otomasi. Di lain pihak, SRE datang sebagai orang yang melihat dan menawarkan ide, bagian dari proses yang mana yang bisa diperbaiki sehingga sistem menjadi lebih efisien terutama untuk menjaga atau meningkatkan ketersedian (availability) dan juga keandalan (reliability) dari suatu sistem.

Kemudian secara pendapatan, IT Infrastruktur ini pun menempati salah satu pendapatan bidang IT yang tinggi. Range gaji nya bisa diantara 5 juta – 40 juta rupiah, dimana range gaji tersebut bergantung pada pengalaman dan juga industri tempat profesional IT infrastruktur ini bekerja.

Leave a Reply