Parameter Antena dan Penjelasannya

Parameter antena adalah berbagai hal yang mempengaruhi performa dan kualitas sebuah antena yang dapat dipaparkan secara teknis dan matematis. Dengan memiliki parameter yang tepat maka sebuah antena dapat bekerja dengan maksimal pula. Parameter-parameter pada antena diantaranya adalah sebagai berikut, Gain,  pola radiasi, beamwidth, polarization, efisiensi, bandwidth, dan impedansi.

Setiap parameter antena ini dapat mempengaruhi cara kerja sebuah antena dan menjadi salah satu karakteristik dari sebuah antena. Parameter ini bisa didapatkan dengan melakukan perhitungan dan pengukuran untuk mendapatkan data grafis dan numerik agar lebih mudah dipahami dalam pengaplikasiannya.

Berikut sedikit penjelasan mengenai beberapa parameter pada antena:

1. Pola Radiasi

Pola radiasi antena adalah penggambaran secara grafik dari pola pancaran gelombang yang dihasilkan oleh antena yang memencarkan gelombang elektromagnetik.  Pola radiasi ini sangat penting karena akan mempengaruhi hasil dari sinyal yang dikirim maupun diterima.

Di bawah ini merupakan contoh pola radiasi dari sebuah antena.

Untuk antena dipole pola radiasinya akan berbentuk sperti donat bila di tunjukkan dalam gambar 3 dimensi.

Salah satu aspek dalam pemilihan antena adalah pola radiasi. Sebagai contoh area luas lebih cocok menggunakan antena directional yang dapat memancarkan sinyal cukup jauh ke satu arah dengan pola radiasi yang lonjong seperti bentuk pemukul kasti.

Namun, untuk area yang cukup kecil seperti sebuah Mall, antena omnidirectional yang akan memancarkan sinyal ke segala arah  lebih cocok digunakan karena tidak memerlukan power yang tinggi untuk meng-cover luas area yang tidak terlalu besar.

2. Efficiency

Efisiensi antena adalah rasio daya dari pemancar dibandingkan dengan rasio daya dari pemancar dan loss yang diterima. Maka dari itu nilai 1 adalah hal yang sangat idel untuk efisiensi sebuah antena.

Efisiensi bernilai 1 artinya tidak ada loss sama sekali dialami oleh antena tersebut dalam memancarkan sinyal hingga diterima di bagian receiver.  Lalu, bila efisiensi bernilai 0 maka loss yang diterima oleh antena sangatlah besar sehingga bisa dikatakan antena gagal memancarkan sinyalnya ke receiver.

Perhitungan untuk mendapatkan nilai efisiensi dari sebuah antena (sumber: en.wikipedia.org) adalah sebagai berikut:

Dimana,   
Pr­ = Power radiated                
P= Power Loss

3. Bandwidth

Bandwidth antena adalah lebar atau range frekuensi dimana antena dapat bekerja sesuai dengan standart yang sudah ditentukan. Bandwidth dari antena ini sangat penting karena akan memberikan informasi seberapa jauh frekuensi suatu antena dapat bekerja.

Jadi, parameter-parameter pada antena harus menyesuaikan dengan standart bandwidth yang diperbolehkan.

Pada prakteknya nilai dari bandwidth ini dapat dihitung dengan memperhatikan nilai SWR (standing wave ratio) atau juga nilai Power dari antena pada rentang frekuensi yang diinginkan.

Contohnya, SWR Bandwidth dapat dihitung melalui lebar frekuensi selama nilai SWR kurang dari 2:1.

4. Gain

Gain antena adalah tambahan power yang diberikan kepada antena agar memberikan power yang lebih besar.

Penambahan power ini atau disebut juga sebagai penguatan dilakukan karena power dari antena tidak cukup untuk mengirim atau menerima sinyal.

Akan tetapi penentuan nilai gain yang akan diberikan pun harus melalui perhitungan dan memperhatikan beberapa parameter lainnya seperti panjang gelombang atau lingkungan dimana antena akan memencar.

Meningkatkan gain dari antena artinya akan menguatkan power dari antena dan juga akan meningkatkan nilai noise atau gangguan dari antena sehingga kita perlu berhati-hati dalam menentukan nilai gain sebuah antena.

Referensi: 
https://en.wikipedia.org

Tinggalkan Balasan