You are currently viewing Resensi Buku Grit Bab 1

Resensi Buku Grit Bab 1

Bab 1 Kehadiran

KATA PENGANTAR

Eduidea.id – Kedua orang tua Angela Duckworth adalah imigran asal Tiongkok. Ayahnya mempunyai pandangan bahwa, kegeniusan dan bakat merupakan faktor yang penting dalam pencapaian hidup. Angela Duckworth beranjak dewasa dengan satu kalimat dari Ayahnya yang selalu mengatakan bahwa dia bukan orang yang genius. Sampai suatu hari dia menerima Beasiswa MacArthur yang juga dinamakan “Hibah Genius”, sebuah beasiswa yang diberikan kepada orang yang sudah melakukan pekerjaan yang penting dan kreatif. Atas dasar ini, Angela ingin membuktikan bahwa pandangan ayahnya keliru, serta ingin menunjukan “ketabahan lebih penting daripada bakat”.

Bagian I – APA YANG DIMAKSUD DENGAN KETABAHAN DAN MENGAPA KETABAHAN ITU PENTING

BAB I – KEHADIRAN

Setiap tahun ada 14 ribu pelamar yang berusaha masuk ke Akademi Militer Amerika Serikat di West Point, tetapi hanya 4 ribu yang terpilih untuk dicalonkan, dan hanya 1.200 yang diterima dan didaftarkan. Hampir semua yang datang ke West Point adalah atlet utama kampus, sebagian besar adalah kapten tim. Namun, dalam 2 bulan pertama sekitar 20% siswa drop out, terutama pada saat berlangsungnya progam pelatihan intensif tujuh minggu yang bernama Beast Barracks (lihat appendix untuk gambaran jadwal latihan kesehariannya), atau singkatnya Beast. Tingginya persentase drop out membuat orang mencari tahu apa factor yang membuat seseorang bertahan menjadi tentara?

Proses penerimaan West Point dihitung secara khusus dari sesuatu yang dinamakan Skor Menyeluruh Kandidat, yang terdiri dari: bobot rata-rata dari skor ujian SAT atau ACT, peringkat SMA yang disesuaikan dengan jumlah siswa yang ada, penilaian terhadap potensi kepemimpinan, dan ukuran kebugaran jasmani dari setiap kandidat. Skor Menyeluruh Kandidat ini adalah alat ukur untuk memperkirakan seberapa besar bakat yang dimiliki oleh pelamar untuk menghadapi beragam ujian keras dalam program empat tahun ini. Skor ini adalah faktor yang paling penting dalam penerimaan West Point, tetapi skor ini tidak memprediksi secara tepat siapa yang mampu lulus dari Beast. Faktanya, kemungkinan kadet dengan Skor Menyeluruh Kandidat tertinggi mengundurkan diri sama besarnya dengan kadet yang mendapat skor terendah. Pada kenyataannya kemampuan menghadapi tantangan sulit tidak ada hubungannya dengan bakat. Para kadet yang mengundurkan diri bukan karena kurangnya kemampuan mereka. Yang terpenting dari semuanya itu adalah sikap “pantang menyerah”.

Penelitian mengenai psikologi kesuksesan ini berlanjut dengan penulis mewawancarai pemimpin di bidang bisnis, seni, atletik, jurnalisme, akademi, kedokteran dan hukum: siapakah orang-orang terunggul di bidang Anda? Seperti apa mereka? Menurut Anda, apa yang membuat mereka istimewa?

Beberapa karakteristik yang muncul adalah terdapat perbedaan motivasi untuk menjadi sukses di setiap bidang tersebut. Namun ada kesamaan tertentu yang paling menarik adalah apapun bidangnya, orang- orang yang paling sukses bernasib baik dan berbakat. Orang-orang berprestasi tinggi yang digambarkan dalam wawancara ini benar-benar kukuh bertahan, dan mereka secara terus menerus terdorong untuk memperbaiki diri. Orang-orang berprestasi tinggi adalah teladan untuk kegigihan.

RANGKUMAN

Judul Buku: GRIT – Penulis: Angela Duckworth

Mereka yang tidak mudah berpuas diri, dalam pengertian yang sangat nyata, mereka puas merasa tidak puas. Mereka masing-masing mengejar sesuatu yang menarik dan penting yang tak terbandingkan, dan yang memuaskan adalah upaya pengejarannya – selain keberhasilan menangkap. Meskipun beberapa hal yang harus mereka lakukan membosankan, membuat frustrasi, atau menyakitkan, mereka tidak pernah bermimpi untuk menyerah. Hasrat mereka bertahan lama.

Singkat kata, apapun bidangnya, orang-orang yang sukses memiliki semacam tekad kuat yang terwujud dengan dua acara. Pertama, mereka tegar luar biasa dan bekerja keras. Kedua, mereka tahu secara sangat mendalam apa yang mereka inginkan. Mereka tidak saja memiliki tekad kuat, mereka juga memilik arah. Kombinasi hasrat dan kegigihan inilah yang membuat orang-orang berprestasi tinggi menjadi istimewa. Dalam ungkapan satu kalimat “Mereka memiliki ketabahan”.

Penulis mendatangi berbagai tempat seperti

– Arena Penjualan (Sales): Arena di mana penolakan setiap hari adalah sesuatu yang lumrah.

– Chichago Public Schools: Sekolah Nasional.

– Pasukan Khusus Angkatan Darat (Green Berrets): Pendidikan militer.

– Scripps National Spelling Bee: Perlombaan pengejaan untuk anak berumur 7 th – 12 th.

– Ivy League: Sebuah sekolah perguruan tinggi.

Hasil dari pengamatan penulis adalah memiliki kesamaan, di mana orang yang sukses di bidang penjualan, murid yang lulus dari sekolah, kadet yang lulus dari pendidikan militer, anak yang berhasil memenangkan perlombaan pengejaan, mereka memiliki ketabahan. Pada kesimpulannya, ketabahan memprediksi kesuksesan. Namun, tidak ada keterkaitan antara bakat dan ketabahan; bakat bukanlah jaminan ketabahan. “Potensi kita adalah satu hal. Apa yang kita lakukan dengan potensi kita adalah hal lain”.

Appendix – Beast Barracks

WaktuAktivitas
05.00Bangun
05.30Formasi Reveille
05.30 – 06.55Latihan Jasmani
06.55 – 07.25Perawatan Pribadi
07.30 – 08.15Sarapan
08.30 – 12.45Latihan/kelas
13.00 – 13.45Makan siang
14.00 – 15.45Latihan/Kelas
16.00 – 17.30Kegiatan Atletik
17.30 – 17.55Perawatan Pribadi
18.00 – 18.45Makan Malam
19.00 – 21.00Latihan/kelas
21.00 – 22.00Waktu Komandan
22.00Taps (lagu yang dialunkan pada saat tutup hari)

Rutinitas ini berlangsung setiap hari, tidak ada akhir pekan, tidak ada jam istirahat selain jam makan, dan nyaris tidak ada kontak dengan keluarga dan teman-teman di luar West Point.

Referensi: @trianasincerity

Tinggalkan Balasan