Ringkasan Buku The Subtle Art of Not Giving a F*ck Bab 5

Ringkasan Buku The Subtle Art of Not Giving a F*ck Bab 5

Jika Anda merasa sedih dengan situasi Anda saat ini, kemungkinannya adalah karena Anda merasa ada sebagian hal yang berada diluar kendali Anda – bahwa ada masalah yang tak kuasa Anda selesaikan, sebuah masalah yang entah bagaimana mendesak Anda meski itu bukan pilihan Anda.

Salah Kaprah Tanggung Jawab / Rasa Salah

“ Kekuatan yang besar menuntut tanggung jawab yang besar.” “ Tanggung jawab yang besar menantut kekuatan yang besar.”  Banyak orang enggan bertanggung jawab atas permasalahan mereka karena mereka percaya bahwa menggambil tanggung jawab terhadap suatu masalah sama dengan menjadi pihak yang dipersalahkan atas masalah Anda.

Kesalahan adalah bentuk lampau (past tense). Tanggung jawab adalah bentuk kini (present tense). Kesalahan merupakan hasil darri pilihan – pilihan yang telah diambil. Tanggung jawab merupakan hasil dari pilihan yang sedang Anda ambil saat ini, setiap detik, setiap hari. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas keadaan Anda kecuali diri Anda sendiri. Banyak orang yang mungkin disalahkan atas ketidakbahagian Anda, namun tidak seorang pun yang bertanggung jawab atas ketidakbahagian Anda selain Anda.

Bertanggung jawab atas permasalahan kita jauh lebih penting, karena dari sanalah pembelajaran yang sesungguhnya berasal. Menyalahkan orang lain hanya akan melukai diri anda sendiri.

Genetika dan Warisan

Hal pertama yang dilakukan psikiater dalam proyek ini adalah mengatakan kepada anak – anak tersebut untuk menerima ketidaksenpurnaan dari keinginan mereka yang kompulsif. Yang artinya, sebagai contoh, bahwa ketika Imogen dibanjiri pikiran yang mengerikan bahwa keluargannya sekarat, dia diajak untuk menerima kalau keluarganya memang akan meninggal suatu hari nanti dan tidak ada yang bisa dilakukan untuk mencegahnya; mengatakan kepadanya bahwa apa yang terjadi terhadapnya bukannlah kesalahannya.

Dengan nilai baru yang ada di benak mereka, para remaja ini berlatih mengatasi keresahan mereka yang intensif dengan memaksa diri mereka untuk menghidupi nilai hidup mereka yang baru. Banyak orang terlahir dengan kekurangan, entah OCD atau bertubuh kecil atau sesuatu yang berbeda, seakan-akan mereka menyimpang dari sesuatu yang sangat bernilai. Mereka merasa tidak ada yang dapat mereka lakukan, jadi mereka menghindari tanggung jawab atas situasi mereka. Mereka tahu, “Saya tidak memilih genetik yang buruk ini, jadi bukan salah saya jika terjadi hal  hal yang buruk.” Dan benar, itu bukan salah mereka. Tetapi mereka tetap harus bertanggung jawab.

            Saya memandang kehidupan dengan cara yang kurang lebih sama. Kita semua mendapatkan kartu. Beberapa dari antara kita mendapat kartu yang lebih bagus daripada yang lainnya. Dan meskipun mudah saja untuk menyerah, dan merasa bahwa kita telah dikalahkan, permainan yang sebenarnya terletak pada pilihan yang kita buat terhadap kartu tersebut, pilihan resiko yang akan kita ambil, dan pilihan konsekuensi yang akan kita jalani. Orang – orang yang secara konsisten membuat pilihan terbaik dalam situasi apa pun adalah mereka yang pada akhirnya memenangkan permainan ini, seperti halnya dalam kehidupan. Dan itu tidak harus mereka yang memiliki kartu terbaik.

“Tren Menjadi Korban “

            Salah kaprah tentang tanggung jawab/ rasa salah membuat orang – orang melemparkan tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah mereka kepada orang lain.

            “Tren menjadi korban” merupakan tren yang berlaku baik untuk mereka yang berpandangan kanan atau kiri sekarang ini, merbak di anatar yang kaya dan miskin. Masalah terbesar dari “Tren Menjadi Korban” adalah bahwa ini semakin menjauhkan perhatian kita dari korban yang sesungguhnya.  Ini seperti bocah laki – laki yang menirukan lolongan serigala. Semakin banyak orang yang menyatakan dirinya korban atas suatu pelanggaran kecil, akan semakin sulit untuk melihat siapa korban yang sebenernya.             Anda sudah memilih, disetiap momen di setiap hari, apa yang Anda pedulikan, jadi berubah itu sesederhana memilih untuk memedulikan hal lain. Sungguh sesederhana itu. Tapi itu tidak mudah.

Leave a Reply